Bola368 adalah situs penyedia layanan dalam pembukaan account betting bagi anda yang ingin bermain dengan situs judi terpercaya luar negeri. Bola368 menyediakan pembukaan account betting taruhan olahraga, permainan casino online, bola tangkas online, poker online dan juga togel online. Terima kasih dan Selamat bermain!
Permainan taruhan olahraga paling banyak di mainkan bettor international.
Poker at
Permainan jenis tebak angka bola paling populer di dunia online.
Games at
Permainan live casino fairplay favorit hingga saat ini. Sangat menghibur Anda.
Games at
Permainan kartu online poker paling banyak di sukai oleh semua kalangan
Bingo at
Permainan tebak angka togel online atau lotto. Bisa di mainkan seluruh kalangan.

Agen Bola Agen Sbobet Sabung Ayam bola368.co

5th April 2016 | Cat: berita | 655 Views | No Comments

Agen Casino Sbobet Bola.net – Sosok Dino Zoff merupakan salah satu kiper legendaris Italia. Penjaga gawang yang menghabiskan karirnya di Juventus ini merupakan salah satu kiper terbaik pada masanya. Salah satu momen terkenal pada perjalanan karirnya ketika ia berusia 40 tahun membawa Italia memenangkan Piala Dunia ketiga mereka sepanjang sejarah.

Meski momen tersebut merupakan momen yang paling istimewa bagi Il Ragno (julukan Zoff), namun semua kisah manisnya bersama Gli Azzurribermula pada pagelaran Euro 1968 yang digelar di Italia. Pada babak penyisihan, ia dipanggil untuk pertama kalinya ke timnas Italia pada saat menghadapi Bulgaria di penyisihan Euro 1968 di mana ia sukses membawa Gli Azurri berhadapan dengan Uni Soviet di babak semi final Euro 1968.

Dino Zoff

Pada pertandingan pertamanya di putaran final Euro, ia sukses menjaga gawangnya tetap perawan hingga 120 menit pertandingan digelar (Pada saat itu kedudukan imbang 0-0 hingga 90 menit berakhir, sehingga pemenang harus ditentukan melalui lemparan koin).

Beruntungnya pada saat itu, Italia berhasil lolos ke babak final setelah menang lempar koin di babak semifinal. Di babak final Zoff tidak berkutik saat penyerang Yugoslavia Dragan Dzajic menceploskan bola ke gawangnya sehingga membawa Yugoslavia unggul terlebih dahulu. Beruntung Angelo Domenghini sukses menyamakan kedudukan pada menit 80 sehingga skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu.

Pada saat itu sempat akan diberlakukan sistem lempar koin, untuk menentukan siapa yang menang pada partai final ini. Namun beberapa pihak menilai bahwa lempar koin ‘kurang etis’ untuk partai final, sehingga digelar pertandingan ulang dua hari setelahnya. Pada partai ulangan tersebut Zoff membayar lunas kesalahannya dengan menjaga gawangnya tetap perawan sehingga Italia keluar sebagai pemenang pada partai ulangan tersebut setelah Luigi Riva dan Pietro Anastasimencetak gol ke gawang Yugoslavia.(bola/dub)