Bola368 adalah situs penyedia layanan dalam pembukaan account betting bagi anda yang ingin bermain dengan situs judi terpercaya luar negeri. Bola368 menyediakan pembukaan account betting taruhan olahraga, permainan casino online, bola tangkas online, poker online dan juga togel online. Terima kasih dan Selamat bermain!
Permainan taruhan olahraga paling banyak di mainkan bettor international.
Poker at
Permainan jenis tebak angka bola paling populer di dunia online.
Games at
Permainan live casino fairplay favorit hingga saat ini. Sangat menghibur Anda.
Games at
Permainan kartu online poker paling banyak di sukai oleh semua kalangan
Bingo at
Permainan tebak angka togel online atau lotto. Bisa di mainkan seluruh kalangan.

Agen Bola Agen Sbobet Sabung Ayam bola368.co

31st July 2016 | Cat: berita | 276 Views | No Comments

MU Pernah Ditolak Oleh Alan Shearer

Alan Shearer © AFP
Agen Casino Sbobet – Bola.net – Mantan bomber timnas Inggris, Alan Shearer, mengungkapkan bahwa ia pernah menolak pinangan Manchester United demi gabungNewcastle.
Shearer adalah striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Inggris. Di sepanjang karirnya, total ia mencetak 283 gol. 260 di antaranya ia cetak di Premier League. Tak ada satu pemain pun yang bisa melewati rekor itu sampai saat ini.

Karir Shearer bersinar bersama Blackburn Rovers dari tahun 1992 hingga 1996. Ia sempat mengantarkan klub itu jadi juara liga pada musim 94-95. Di musim berikutnya, ia diperebutkan oleh MU dan Newcastle. Pada akhirnya ia mengaku memilih gabung The Magpies karena ingin pulang ke kampung halamannya.

“Saya tahu bahwa Manchester United dan Newcastle sama-sama tertarik pada saya. Saya sempat bertatap muka dengan kedua manajer klub itu,Alex Ferguson dan Kevin Keegan, dan saya tinggal memilih klub mana yang akan saya perkuat,” kenang Shearer pada The Sun.

“Tapi kemudian saya berpikir ‘Saya akan pulang’. Kevin menelepon saya dan mengobrol lagi dengan saya dan saat itulah, saya menetapkan pilihan saya,” bebernya.

“Itu adalah hal yang selalu ingin saya lakukan dan itu bukan karena seolah-olah Newcastle tidak akan berprestasi atau tidak memiliki harapan. Mereka finis di posisi kedua di bawah United musim sebelumnya, ketika mereka membuang keunggulan 12 poin.” (ts/dim)